Seorang anak kecil, bertubuh dekil
Tertidur berbantal sebelah lengan,
Berselimut debu jalanan
Rindang pohon jalak menunggu relak,
Kawan setia sehabis bekerja
Siang di seberang sebuah istana,
Siang di seberang istana sang raja
Kotak mungil dan sama dekil,
Benteng rapuh dari lapar memanggil
Gardu dan mata para penjaga,
Saksi mata yang sudah terbiasa.
Tamu negara tampak terpesona,
mengelus dada gelengkan kepala
saksikan perbedaan yang ada,
Sombong melangkah istana yang megah
seakan meludah diatas tubuh yang resah ribuan,
jerit di depan hidungmu
namun yang kutahu tak terasa menggangu
Gema adzan ashar sentuh telinga
Buyarkan mimpi sikecil yang tadi
Dia berdiri malas melangkahkan kaki
Diraihnya mimpi digenggam tak dilepaskan lagiii....
(siang di seberang istana)
Tepat di bawah pohon di depan sebuah gedung yang banyak parkir mobil2 mewah, duduk seorang security dengan sebuah barang yang ia tak bisa hidup tanpanya, ibarat raja dengan mahkotanya, wiro sableng dengan kapak naga geninya, orang buta dengan tongkatnya, tukang jaringan dengan RJ-s45nya, lik ghofar dengan sarungnya benda itu adalah HT (handy talky). Lalu lewatlah seseorang yang berpakaian compang-camping sambil membawa gerobak(dicat merah putih dan di hiasi dengan kardus-kardus dan spanduk bekas pemilu) yang multi fungsi... kalo siang sebagai tempat untuk menempatkan mata pencarianya (benda yang dibuang tapi tetep dicari olehnya )yaitu sampah dan kalo malam sebagai tempat dirinya, kalo biasanya tipe terkecil 21, ya ni emang tipe terkecil yaitu 2 X 1 meter )cukup buat tidur, kalo bahasa gaulnya “rumah portable”
Pak warno(sebut saja gitu) :”Kok rame banget ada apa ya pak? “
Security: “lha yo tentu piye tho?? (urbaners sejati, masih kelihatan medoknya)apa sampean gak tau kalau presiden datang?”
Pak warno : ya gak tau, wah pasti acaranya meriah!?
Security: lha yo tentu, piye tho??pasti acaranya meriah, dalam acara penyambutan presiden kita harus total, tadi ada acara pemotongan pita terus dilanjutin tari2an terus artis2 nyanyi pokoknya meriah deh
Pak warno: makanannya enak2 ya pak??(sambil melihat snack yang ada disamping pak security)
Securtity : lha yo tentu, piye tho?? Tau nggak kateringnya aja bukan katering sembarangan katering dengan koki terkenal rudi hadi suwarno namanya (sok tahu mode on) suka muncul di tipi…
Pak warno : o… kok kayak namaku hehehe(mata teutep…menatap ke snack)
Security : nih ada snacknya.. tak kasih sampeyan aja… pasti belom makan tho???
Pak warno : wah bapak baik bener tau aja saya lapar… (wajah suka gembira tujuan utamanya untuk meminta snack gak terlaksana, yaiyalah udah diberi duluan gara2 mupeng )
"HT bebunyi sskkkk.ssskkk..ssskkk… kancil tampan (dua kali) disini kodok buduk.. presiden segera melaju, bersihkan area”
Pak warno : wah barang bapak canggih banget…itu yang namanya hand phone ya pak??
Security : lha yo….(berhenti sejenak) Wis2 pertanyaan bapak tak jawab nanti, sekarang gerobaknya mohon dipinggirkan pak presiden udah mau pergi”
Nb :Tulisan diatas timbul karena sebuah percakapan oleh temenku yang intinya ”kenapa kita harus menyambut seorang ............. dengan sangat meriah mengabiskan banyak uang hanya untuk suatu acara penyambutan? Pernahkah kita melihat keluar sejenak???”
Kaya mbah dar-x lagi karaoke : “ yang wajar-wajar aja…yang sedang –sedang saja… dia tidak cantik mak…dia tidak jelek mak…yang sedang2 aja…”